Langsung ke konten utama

Tips Lulus Wawancara Uji Kompetensi (Ukom) Jabatan Fungsional Perencana Ahli Madya


Zainusman.com - Baru-baru ini saya mengikuti Uji Kompetensi (Ukom) kenaikan Jabatan Fungsional Perencana (JFP), dari Perencana Ahli Muda ke Perencana Ahli Madya. Sebagai instansi pembina, Ukom ini diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kemen PPN) atau yang umum dikenal dengan Bappenas. 

Salah satu tahap Ukom JFP adalah tahap wawancara. Tahap ini hanya bisa diikuti oleh peserta Ukom yang sudah lulus seleksi administrasi dan seleksi tertulis. Jadi, wawancara ini sebagai tahap ketiga sekaligus tahap terakhir dari sluruh rangkaian Ukom JFP Ahli Madya. Setelah tahap wawancara, peserta Ukom yang dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat kelulusan yang digunakan untuk pengajuan kenaikan jenjang jabatan di bagian/biro kepegawaian kementerian/lembaga atau OPD daerah. 

Nah, berhubung ini pengalaman langsung pribadi, saya akan membagikan tips-tips jitu agar Ukom tahap wawncara dapat berjalan lancar dan dinyatakan lulus. Oh ya, sebagai informasi, untuk bisa lulus tahap ini, peserta Ukom harus mendapatkan nilai minimal 75. Nilai ini merupakan nilai rata-rata yang diberikan tim panel wawancara yang biasanya terdiri dari 3-5 orang. Wawancaranya bisa dilakukan secara Daring, bisa juga secara langsung. Kebetulan saya mengikutinya secara Daring sesuai ketentuan saat pendaftaran. 

Yuk, langsung simak saja berikut tips bagi kamu yang ingin mengikuti Ukom wawancara JFP Ahli Madya:

Ikuti Pembekalan Wawancara

Pembekalan jadi momen sangat penting bagi setiap peserta. Kenapa? Karena melalui pembekalan ini, tim panitia Ukom akan memberikan kisi-kisi secara garis besar materi yang akan ditanyakan saat wawancara. Jika ketinggalan mengikuti pembekalan, kamu tidak akan mendapatkan kesempatan kedua, sementara tahap wawancara tetap harus kamu ikuti. 

Angkatan saya, diberi 11 kisi-kisi, dan bisa jadi di setiap angkatan atau setiap tahun akan beda jumlahnya.

Pengalaman beberapa teman, ternyata banyak juga yang melewatkan kesempatan ini, dengan berbagai alasan. Umumnya, mereka tidak mengikuti karena kesalahan saat mengisi nomor WA atau email saat pendaftaran, malas atau enggan mengecek email/WA yang masuk, atau mungkin karena kesibukan kerjaan kantor. 

Ambil Materi dari IG PPPI Nasional

Ini kelihatan sepele. Tapi tahukah kamu bahwa semua materi yang dibahas di kisi-kisi biasanya dimuat di IG PPPI. Akun IG nya https://www.instagram.com/pppi_nasional/. Akun ini merupakan akun IG resmi Persatuan Perencana Pembangunan Indonesia (PPPI) sebagai wadah organisasi bagi para perencana seluruh Indonesia. Follow dan pelajari semua materi kisi-kisi sesuai dengan yang ada di IG itu. 

Apakah boleh mencari materi dari sumber lain? Ya boleh saja sih, tapi menurut saya tetap jadikan bahan dari IG PPPI sebagai panduan utama, sementara sumber lain seperti google, sosmed, dan AI seperti chat GPT hanya sebagai pelengkap. 

Ingat, Bappenas sama sekali tidak memberikan salah satu referensi tertentu, seperti buku, modul atau jurnal. Mereka membebaskan peserta untuk mencari dari berbagai sumber, meski berbagai sumber itu belum tentu kebenarannya. Jadi, mempelajari dari IG PPPI adalah solusi jitu agar kamu tidak salah bahan bacaan, yang berakibat salah menjawab saat wawancara berlangsung. Dan banyak pengalaman teman yang gagal dan mengulang tahap wawancara gara-gara salah sumber bacaan. 

Perlu diingat pula, tim wawancara sudah memegang panduan jawaban, dan panduan itu disusun oleh tim dari anggota PPPI. 

Susun Jawaban Kisi-Kisi dalam Rangkuman Singkat

Sangat tidak disarankan menyusun banyak jawaban sampai berlembar-lembar. Kenapa? Karena:

  1. Sesi tanya jawab hanya akan berlangsung singkat sekita 15-20 menit.
  2. Tim wawancara hanya akan bertanya 1 pertanyaan dan akan mendalami pertanyaan yang sama selama masih ada waktu.
  3. Tidak cukup waktu untuk membaca dan mempelajarinya karena biasanya jarak antara pembekalan dengan wawancara hanya beberapa hari.
  4. Menghindari kesalahan menjawab, karena sebagian kisi-kisi mirip satu sama lain, sehingga istilah dan jawabannya kadang membingungkan.
  5. Bisa lebih fokus dan tidak perlu mempelajari banyak bahan. 

Pahami dan Hafal Poin-Poin Saja

Ingat, beberapa istilah dari setiap kisi-kisi bisa sama atau mirip. Jadi menghapal secara panjang bisa membingungkan bahkan bikin blank saat menjawab. Cukup ingat dan hapal poin-poin penting, misalnya 1-3 kata di setiap kalimat, atau sekitar 5-10 kata di setiap pertanyaan. Selanjutnya, kamu bisa mengembangkannya sendiri, dan kaitkan dengan praktek di pekerjaanmu. 

Kaitkan Jawaban dengan Contoh/Praktek di Lingkungan Kerja

Tim wawancara pertama-tama akan menanyakan pokok pertanyaan di awal, baru kita dikasih kesempatan untuk menjawab. Nah, dari jawaban itu biasanya akan ditanyakan lebih lanjut dan memperjelas apa yang kita jawab, bahkan meminta untuk memberikan contohnya dalam praktek perencaan, baik berkaitan dengan pekerjaan kita atau contoh di sektor lain. 

Perdalam Kisi-Kisi yang Berkaitan Langsung dengan Perencanaan Pembangunan

Dari 11 kisi-kisi, ada sebagian pertanyaan yang tidak berkaitan langsung dengan perencanaan pembangunan. Saran saya, perdalam kisi-kisi yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan, sementara yang tidak berkaitan langsung cukup dibaca dan dipahami. 

Latihan Menjawab Pertanyaan Wawancara

Kadang, peserta mendapatkan nilai jelek dan tidak lulus bukan karena tidak bisa menjawab. Bisa jadi karena gugup, tidak meyakinkan, atau bahkan jawabannya melebar kemana-mana. Nah, penting banget untuk mencoba latihan di depan kaca atau kamera untuk menjawab satu-satu pertanyaan di kisi-kisi, Kalau perlu, minta tolong ke teman atau saudara untuk berperan sebagai pewawancara agar kamu lebih siap dan tidak gugup.

Awali dengan Salam Pembuka dan Akhiri dengan Salam Penutup

Ini tips yang kelihatannya sepele. Salam pembuka dan penutup menurut saya penting selain untuk memberi kesempatan agar lebih siap dan tidak gugup, tapi juga menunjukkan apresiasi dan penghargaan kepada tim panel wawancara. 

Contoh salam pembuka:

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat siang dan salam sejahtera. Mohon ijin perkenalkan saya .... (sebutkan nama) dari Dinas/kementerian... (sebukan lembaga). Salam jumpa dan hormat saya kepada seluruh tim panel wawancara  Ukom JFP Madya. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengikuti tahap wawancara ini. Selanjutnya, ijinkan saya menjawap pertanyaan tim panel wawancara terkait.... (langsung menjelaskan jawaban pertanyaan wawancara). 

Contoh salam penutup:

Terima kasih kepada semua tim panel wawancara, dan saya mohon maaf jika ada salah dan khilaf selama proses wawancara ini. Salam sehat dan sukses selalu untuk kita semua. Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 

Unduh dan Pelajari Materi Kisi-Kisi Lengkap ini

Nah, jika kamu mau nyontek kisi-kisi dan jawaban yang saya susun dan berhasil meluluskan saya menjadi Perencana Ahli Madya, silakan unduh/download di menu berikut:

KISI DAN JAWABAN WAWANCARA UKOM JFP AHLI MADYA

Selamat belajar, semoga lulus dan sukses selalu. Amin!


Artikel Terkait

Komentar


PENTING!!

Semua tulisan merupakan pendapat pribadi dan tidak mewakili pihak mana pun. Jika berasal dari sumber lain, maka akan tertulis jelas pada setiap tulisan.

Semua tulisan bisa diambil, copy, dishare, atau digandakan. Tapi ingat, hargai karya orang dengan mencantumkan sumber aslinya.

© Zain Usman Design by Seo v6