Langsung ke konten utama
Menampilkan postingan dengan label Hobby

Isi New Normal dengan Ngeblog, Asyik dan Menyenangkan

Jangan ditanya,  bencana Covid-19 sudah banyak makan korban. Tidak hanya korban nyawa, tapi yang tidak kalah parah mereka yang jadi korban kejenuhan  dan kebosanan. Nah, untuk mengisi waktu juga ampuh hilangin jenuh dan bosan, banyak hal sih yang bisa kita lakukan. Tentunya hal-hal yang bermanfaat ya. Saya sendiri, juga banyak hal yang sudah dilakukan, di rumah atau di kantor sambil kerja tentunya. Salah satunya ngeblog, alias utak atik blog. Lagi utak atik blog di sela-sela waktu kerja WFO Meski gak punya dasar pendidikan IT, ngeblog sudah saya lakukan puluhan tahun lalu. Tepatnya saat duduk di bangku kuliah tahun 2001 silam. Hingga kini, sudah puluhan blog yang sudah saya buat. Mulai dari yang gratisan dan masih pake bawaan blogspot, sampai berbayar pakai nama domain khusus. Di saat New Normal ini, di kala yang lain sibuk dan kejar tayang jadi Youtuber, saya kembali aktif lagi utak atik blog pribadi. Nama domainnya pun sudah berganti beberapa kali. Dan kali ini...

Lama Menghilang, Kini Kembali Eksis

Smartphone saya dengan suara khasnya berdering. "Dimana bang?", tanya kekasih hati di ujung telepon. "Gak tau nih dimana', candaku. "Lha masa gak tau. Apa lagi di jalan?," tanya istri penasaran. "Gak juga, tapi di suatu tempat pastinya", balasku. "Iya tapi dimana bang", istriku sudah mulai gak sabar. "Iya bercanda, ini bang lagi olahraga", jawabku. "Oo fitnes... Mang belum pulang", tanya istri lagi. "Habis ini pulang sayang", jawabku menggoda. "Iya tapi ini udah malam, buruan ih", desak istriku. "Paling bentar lagi nih. Si Dede ngapain Yank?", bertanya kondisi Firaz. "Iya nih lagi nenen. Seharian adem gak rewel", jawab istriku seolah sudah tau apa yang akan saya tanya berikutnya. "Baguslah klo gitu. Ya udah lanjut aja", balasku. "Iya tapi cepatan pulang", kata istriku lagi. "Emang kalau pulang cepat mau hadiahin apa?", ...

Menanam Bawang Merah di Tanah Depok

Kegiatan/Judul: Tanam Bawang Merah di Depok Hari/Tanggal: Minggu, 18 September 2016 Pukul 15.00 WIB Tempat: Tanah Belakang Rumah Pak RW Rawi dan Bang Wahir Detail: Sukses menanam bawang merah melalui media pot bunga di taman depan rumah mertua, kini saya mencoba peruntungan dengan menanamnya langsung di tanah di belakang rumah Pak RW Rawi dan Bang Wahir (saudara mertua). Bibitnya langsung didatangkan dari Bima, dibawa Lei saat pulkam lebaran Idul Fitri lalu. Sebenarnya ini bawang buat bumbu dapur. Namun beberapa minggu terakhir ini saya dan istri menginap di rumah mertua. Jadi bawang merah yang ada di rumah saya hanya bergelantungan di lantai 2 karena tidak terpakai. Untuk tahap awal ini, bawang yang ditanam sekitar 12 meter panjang media tanahnya. Lebarnya sekitar 2 jengkal tangan orang dewasa. Tanahnya dibuat undukan atau kaya gunung kecil yang memanjang, dan di bukitnya dibuat datar dan rata. Bibit bawang ditanam berbaris dengan masing-masing baris 3 biji. Di se...

Usia Dua Minggu, Bawang Merah di Pot Bunga Sudah Semakin Tinggi

Masih ingat tulisan/artikel saya sebelumnya tentang tutorial menanam bawang merah di media pot bunga? Tepatnya dua minggu lalu. Nah, saat ini, di minggu kedua, bawang merahnya sudah tinggi dan tumbuh subur. Tingginya sudah mencapai lebih dari jengkal orang dewasa. Daunnya pun banyak dan lebat, ada yang sudah mencapai lebih dari 10 daun per pohon. Warna daun hijau segar. Dan dari semua biji bawang yang ditanam, hanya ada satu siul yang gagal tidak tumbuh. Pot-pot bunga juga seolah tidak muat lagi menampung lebat dan tinggi daunnya. Semua tampak sempurna, sama seperti halnya saat saya dulu melihat di kampung halaman. Tidak ada tanda kelainan atau penyakit yang menjangkiti. Secara umum perkembangannya bagus tidak ada perbedaan antar pot. Pot besar dan kecil sama. Hanya ada sedikit perbedaan pada pot yang tanahnya diisi dengan pupuk kompos. Sementara 4 pot lainnya diisi dengan tanah biasa. Tapi perbedaannya tidak terlalu dominan. Hanya terlihat lebih subur dan daun-daun bawang se...

Kondisi Bawang Merah yang Ditanam Melalui Media Pot Bunga di Minggu Pertama

Seminggu sudah usia bawang merah yang saya tanam melalui media pot bunga di depan pekarangan rumah mertua. Kondisinya saat ini sudah mulai tampak bermunculan daunnya di atas permukaan tanah. Tingginya baru mencapai rata-rata 1 cm. Daun bawang akan semakin meninggi memasuki minggu kedua dan ketiga. Ada beberapa benih bawang merah yang belum terlihat tanda-tanda kehidupan. Tapi bukan berarti ini gagal. Mungkin saja butuh beberapa hari lagi untuk bisa memunculkan daunnya. Jika di minggi ketiga kondisinya tidak membaik, bisa jadi memang tidak bisa tumbuh. Penyebabnya bisa karena benihnya belum siap untuk ditanami, bisa juga membusuk karena keseringan kena air. Karena memang seminggu terakhir ini hampir tiap hari hujan turun. Untuk mengetahui secara jelas, sobat bisa mengamatinya melalui foto-foto berikut ini.

Tutorial Menanam Bawang Merah Melalui Media Pot Bunga di Pekarangan Rumah

Kali ini, KikiJay.com punya kesempatan menulis tutorial atau tata cara menanam bawang merah dengan menggunakan media pot bunga. Kebetulan tutorial ini langsung saya praktekan menggunakan pot bunga di depan rumah mertua yang gak terpakai. Di Minggu pagi, sambil membantu Babeh mertua yang sedang bersih-bersih taman depan rumah, saya inisiatif mencoba memanfaatkan 5 pot bunga yang terparkir nganggur di pojok taman. Hitung-hitung cari keringat sekalian bantu nemanin Babeh mertua yang lagi asyik dandanin taman yang sudah beberapa bulan terakhir tidak pernah diurus. Langsung saja ya silakan simak langkahnya berikut ini. 1. Siapkan bibit bawang merah. Bawang berah yang baik untuk bibit adalah bawang merah yang kering dan sudah melalui proses pengeringan di bawah sinar matahari yang cukup. Kalau di kampung saya nih, tanda-tanda bawang kering adalah yang dijemur selama 4-6 hari, Warna daun menguning, biji merah, dan terdapat beberapa kulit daging bawah yang terkelupas dengan sendirinya....

PENTING!!

Semua tulisan merupakan pendapat pribadi dan tidak mewakili pihak mana pun. Jika berasal dari sumber lain, maka akan tertulis jelas pada setiap tulisan.

Semua tulisan bisa diambil, copy, dishare, atau digandakan. Tapi ingat, hargai karya orang dengan mencantumkan sumber aslinya.

© Zain Usman Design by Seo v6